Jl. Kenari No. 77, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta

Jam Operasional

Senin - Jumat: 06.45 AM - 18.00 PM Sabtu: 07.00 AM - 16.00

Anak Aktif Bukan Nakal, Simak Cara Tepat Menyikapinya

Anak usia di bawah lima tahun sedang aktif bergerak, karena mereka sedang berada di fase penuh energi, anak mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi dan ingin terus mengeksplorasi lingkungan sekitar anak.

Jika anak sering sekali berbicara dan aktif bergerak atau “susah diam” jangan sebut mereka nakal. Karena itu tanda perkembangan yang normal dan sehat.

Anak bergerak aktif dapat membuat orang tua merasa kewalahan bahkan terkadang menganggap anak tersebut nakal atau susah diatur. Peran orang tua sebaiknya bisa menerima sikap anak dengan respon dan pendekatan yang tepat.

Pahami Perilaku Aktif pada Balita

Anak akan terlihat aktif karena Ia sedang mencoba mengeksplore  lingkungan sekitar dengan berjalan, berlari, melompat, teriak, dan lain-lain. Aktivitas seperti ini sangat penting bagi perkembangan anak.

Anak akan berperilaku berlebihan karena anak belum mampu mengelola emosi, kemampuan bahasa yang belum tercapai, tidak bisa menyampaikan keinginan secara verbal, kurang tidur atau kelelahan, sering konsumsi makanan tinggi gula, anak merasa lapar, over stimulasi, dan lain-lain.

Orang tua harus memahami bahwa ini adalah bagian normal dari tumbuh kembang, maka harus disikapi dengan sabar dan bijaksana.

Hal-hal yang perlu dilakukan orang tua saat anak terlihat sangat aktif :

  1. Hindari Memberi Label “Nakal”

Labeling pada anak dapat terekam pada psikologis anak karena anak akan merasa diperlakukan berbeda dari anak lainnya saat berada dilingkungan sekitar, anak akan jadi lebih sulit diatur, anak merasa tidak dihargai dan rendah diri.

  1. Menerima Sikap Aktif Anak Sebagai Hal yang Positif

Orang tua harus bisa menerima sikap aktif anak dengan sabar dan tenang. Karena dampak positif dari anak yang aktif akan menjadikan keterampilan motoriknya menjadi cepat berkembang, mempunyai kecerdasan sosial saat bersama teman atau orang lain, dan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak.

  1. Ciptakan Ruang Bermain yang Aman

Memberikan ruangan bermain yang luas dan aman, akan membuat energi anak tersalurkan pada benda-benda atau permainan yang tersedia, sehingga anak tidak berisiko membahayakan dirinya. Bermain di pekarangan dan memberikan aktivitas dengan instruksi gerakan juga dapat membuat anak merasa bebas bergerak dan eksplorasi.

  1. Pendekatan Komunikasi

Meskipun anak balita ada yang belum jelas mengucapkan kata-kata dan menyampaikan perasaannya. Orang tua diharap bisa merespon dengan baik, misal memperhatikan bahasa tubuh anak, menjawab dengan bahasa sederhana, dan bantu validasi perasaan anak.

  1. Membuat Peraturan yang Konsisten

Orang tua dapat memberi penjelasan dari aturan yang sudah disepakat bersama anak. Misalnya, ada hukuman dari suatu hal yang dikerjakan dan ada hadiah yang diberikan kepada anak dari hal positif yang dikerjakan. Hal yang paling mudah, jika anak melakukan hal positif bisa diberikan pujian, tepuk tangan, atau ucapan terima kasih.

Namun, orang tua juga harus bisa menjelaskan kepada anak jika anak harus menerima konsekuensi dari suatu hal yang negatif.

  1. Membuat Jadwal Kegiatan Fisik yang Menyenangkan

Coba amati kegiatan fisik yang menjadi kegemaran anak, misal anak lebih senang menari, senam, dan lainnya. Orang tua bisa melibatkan diri saat anak melakukan kegiatan tersebut, agar dapat meningkatkan mood anak dan membantu anak menjadi lebih rileks.

  1. Buat Aktivitas Belajar Sambil Bermain

Anak-anak mudah bosan, maka orang tua sebaiknya membuat kegiatan edukatif di rumah yang juga melatih fokus anak. Misalnya bermain bongkar pasang puzzle, menyusun balok, bermain playdough, dan melukis.

  1. Menjaga kestabilan emosi

Jangan langsung meledak jika sedang menegur anak karena sangat aktif, karena emosi negatif dari orang tua akan berdampak buruk untuk anak-anak.

Emosi yang lebih tenang dapat membuat anak tetap merasa aman dan lebih mau mendengar instruksi orang tua.

  1. Buat Jadwal Rutinitas Harian yang Konsisten

Selain anak-anak menjadi disiplin, mereka merekam dan belajar membuat kebiasaan baik pada kehidupan sehari-harinya. Anak-anak akan paham dengan jadwal makan, bermain, dan istirahat.

Dengan rutinitas yang sudah terjadwal, anak akan merasa lebih mudah mengelola energi yang dikeluarkan sendiri.

Anak balita bergerak aktif bukan berarti nakal atau bandel, ini adalah proses dari tumbuh kembang mereka. Walaupun terkadang tingkah laku anak yang aktif sering membuat orang tua kelelahan. Namun, pastikan anak tetap didampingi orang tua dengan baik dan sabar agar perilaku anak mempunyai tujuan yang positif.

Hindari melabeli anak dengan kata yang negatif. Cari cara agar sikap hiperaktifnya membuat anak menjadi energik dan penuh rasa ingin tahu.

Ingat, bahwa setiap anak itu unik. Berikan kesempatan anak untuk belajar dengan mengeksplore dalam batasan yang dibuat sehingga dapat membangun hubungan yang penuh kasih sayang.

Orang tua harus mendampingi anak agar anak dapat tumbuh dengan percaya diri, tenang dan bahagia.

 

Sumber :

https://www.orami.co.id/magazine/cara-menghadapi-balita-aktif?utm_source=chatgpt.com

https://www.halodoc.com/kesehatan/tantrum

https://bebeclub.co.id/artikel/tumbuh-kembang/1-tahun/penyebab-anak-tantrum

https://www.albata.id/parenting/psikologi-anak-islam/anak-hiperaktif-dan-tandanya/

https://hellosehat.com/parenting/anak-6-sampai-9-tahun/perkembangan-anak/mengatasi-anak-hiperaktif/

 

Oleh :
Bunda Kurnia Dewi Astriani, Amd.Kep
Kepala Cabang Alifa MBDC Jakal 2

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment


slot gacor