Jl. Kenari No. 77, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta

Jam Operasional

Senin - Jumat: 06.45 AM - 18.00 PM Sabtu: 07.00 AM - 16.00

Anak Aktif, Tumbuh Kembang Sehat

Ayah Bunda, apakah anak di rumah sangat lincah, suka berlari dan melompat seakan energinya tidak pernah habis dan cenderung tidak bisa diam? Maunya bergerak dan sangat ingin tahu apa yang terjadi di sekitarnya? Jangan anggap hal itu sebagai gejala hiperaktif ya. Perlu dilihat lebih dalam lagi apakah anak termasuk  hiperaktif atau tidak. Ada perbedaan yang mendasar antara anak hiperaktif dan anak aktif. Anak aktif adalah anak yang memiliki energi dan tingkat aktivitas fisik yang tinggi namun masih mampu mengendalikan diri. Sedangkan anak hiperaktif cenderung sulit berkonsentrasi atau memiliki rentang fokus yang pendek dan mudah terdistraksi dengan hal-hal di sekitar mereka. Jadi ayah bunda tidak perlu khawatir apabila anak tidak bisa diam, karena salah satu ciri anak berkembang dengan sehat adalah selalu banyak bergerak.

Bagaimana Menyikapi Anak Aktif?

Banyak orang tua yang panik dan bingung jika anaknya aktif. Ini sebagai pertanda baik atau tidak ya? Atau justru orang tua akan meledak-ledak karena emosi tidak bisa mengimbangi keaktifan anak. Sikap kita sebagai orang tua seharusnya mendampingi dan memfasilitasinya. Salurkan energi anak ke hal-hal positif seperti :

1. Berolahraga

banyak jenis olahraga yang tepat untuk menyalurkan energi anak seperti bersepeda, berlari atau berenang. Saat libur bekerja orang tua bisa mengajak anak untuk melakukan hal tersebut sekedar menemani anak berkegiatan sambil melepas penat setelah sepekan bekerja.

2. Melakukan Pekerjaan Rumah Bersama

Melibatkan anak dalam melakukan pekerjaan rumah bisa menjadi pilihan yang tepat. Selain mengajarkan kemandirian pada anak, ini juga bisa membantu anak  menyalurkan energi secara positif.  Ajak anak memasak, mencuci kendaraan bersama atau berkebun.

3. Bermain di Luar Ruangan

Bermain outdoor seperti lempar tangkap bola di taman atau ayunan juga bisa Ayah Bunda coba. Bermain bersama antara orang tua dan anak juga bisa membangun bonding yang baik loh.

Jangan lupa, tidak hanya menemani dan mendampingi anak bermain saja namun orang tua juga wajib mengobservasi anak. Perhatikan rentang fokusnya, apakah anak bisa menyelesaikan permainan atau pekerjaan yang saat itu dilakukan atau anak mudah teralihkan fokusnya. Fokus anak yang normal adalah usia anak (dalam tahun) ditambah 2. Jadi, rentang fokus yang baik anak usia 2 tahun misalnya adalah maksimal 4 menit. Apabila anak masih bisa fokus di rentang waktu tersebut berarti ananda masih termasuk anak aktif dengan tumbuh kembang yang baik dan wajar, bukan termasuk hiperaktif.

Mengapa Anak Aktif Itu Baik?

Aktif bergerak ternyata memiliki dampak positif bagi anak loh Ayah Bunda. Dengan bergerak anak akan menggerakkan seluruh bagian tubuhnya. Interaksi dengan lingkungan sekitarnya tentu juga akan mempengaruhi secara sosio emosional. Simak beberapa manfaat anak aktif berikut  ini.

1. Perkembangan Motorik

Dengan bergerak secara tidak langsung akan melatih kekuatan anak, meningkatkan koordinasi antar anggota tubuh serta melatih keseimbangan.

2. Perkembangann Kognitif

Dengan learning by doing anak akan banyak belajar melalui pengalaman dan pengamatan secara langsung.  Anak akan bereksperimen dan mengeksplorasi serta belajar sebab akibat yang pada akhirnya akan mengarahkan  anak untuk belajar problem solving atas tindakan yang dilakukannya.

3. Perkembangan Sosio Emosional

Saat bermain, anak tentu akan berinteraksi dengan lingkungan dan teman lainnya. Ketika gagal, akan ada yang mendukung maupun mengoloknya. Disitu anak akan belajar arti kecewa. Pun sebaliknya, ketika anak berhasil melakukan sesuatu itu akan menimbulkan rasa bangga dan percaya akan dirinya sendiri.

Jadi, anak yang aktif bukanlah anak yang banyak tingkah, melainkan anak yang sedang berproses dan bertumbuh kembang sehat. Melalui aktivitas fisik dan eksplorasi anak belajar bagaimana mengembangkan kemampuan yang ada pada dirinya. Jangan membatasi anak, justru tugas kita sebagai orang tua adalah mendampingi, mengawasi serta memberikan arahan yang tepat agar potensi anak berkembang secara optimal. Karena setiap langkah kecilnya adalah jalan menuju tumbuh kembang yang maksimal.

Sumber :

Muhammad Agus Tomi, S.Kom., & Dini Yulihayati, S.Psi. Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif. klinikniumiu.com. 2025

  1. Devia Irine Putri. Menangani Anak yang Terlalu Aktif dan Tidak Bisa Diam. klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-anak/menangani-anak-yang-terlalu-aktif-dan-tidak-bisa-diam?srsltid

 

Oleh :
Miss Gunti Afsari, S.Pd
Kepala Cabang Alifa MBDC Pandega Marta

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment


slot gacor