Jl. Kenari No. 77, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta

Jam Operasional

Senin - Jumat: 06.45 AM - 18.00 PM Sabtu: 07.00 AM - 16.00

Belajar Dewasa Bersama Anak, Membentuk Mental Orang Tua Muda

Banyak orang tua muda yang saat ini punya berbagai macam perasaan saat merawat anak, orang tua bisa merasa bahagia, cemas, sedih, bingung bahkan belum siap untuk menghadapi keadaan yang seharusnya mereka hadapi.

Orang tua muda bisa membentuk kedewasaan diri dalam perjalanan merawat buah hati mereka. Orang tua akan membentuk ulang dirinya menuju kedewasaan seiring berjalannya waktu merawat anak.

Kesehatan mental orang tua juga sangat berpengaruh saat merawat anak. Orang tua akan dihadapkan dengan berbagai tekanan dari pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga. Jadi menjadi orang tua tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik saja namun kesiapan mental juga.

Orang tua muda sepenuhnya belum stabil secara emosional karena sedang mencari jati diri. Ketika orang tua muda dihadapkan dengan tanggung jawab besar bisa muncul rasa tidak percaya diri dan kelelahan mental.

Dewasa Perlu Proses

Menjadi orang tua juga perlu belajar tanpa batas waktu, karena kehadiran anak menjadi “guru kehidupan” sebenarnya. Hadirnya sosok anak membuat orang tua belajar tentang kesabaran, empati, tanggung jawab dan lain sebagainya.

Pembelajaran Mental untuk Orang Tua Muda :

Mengelola Emosi (Welas Asih Diri)

Anak-anak punya banyak perilaku yang orang tuanya sendiri sulit menebak. Mereka bisa saja menangis tanpa sebab, melempar barang jika keinginan tidak diikuti, tantrum dan menjadi sulit di kontrol. Pada saat ini, emosi orang tua semakin bergejolak. Seharusnya orang tua tidak meluapkan emosi ke anak karena orang tua dituntut harus bisa mengelola emosinya. Orang tua harus bisa mengatur perasaannya sehingga bisa merespon tuntutan lingkungan dengan tepat. Orang tua yang mampu mengelola emosi dan membantu anak dalam mengelola emosinya akan membentuk anak yang memiliki kemampuan konsentrasi yang baik, pertemanan yang baik dan memiliki permasalahan perilaku lebih sedikit.

Membangun Koneksi Emosional

Koneksi emosional sangat berpengaruh dalam kehidupan anak dalam hal ini kepribadian dan kecerdasan berpikirnya. Orang tua harus bisa menciptakan ikatan yang hangat dan tulus antara dirinya dan anak, ikatan ini terbentuk melalu komunikasi yang berkualitas dan sentuhan.

Ikatan ini dapat membuat anak merasa aman, nyaman dan merasa dicintai dengan sangat tulus. Dampaknya adalah, anak lebih mampu mengontrol emosinya sehingga ia lebih siap menghadapi tantangan dan berinteraksi dengan positif.

Support System

Orang tua muda tentunya sangat membutuhkan hal ini, mereka tidak bisa sendiri saat menghadapi peran barunya. Support system ini bisa didapatkan dari orang-orang terdekat, misal pasangan, orang tua, saudara, teman dekat karena akan berdampak pada kesehatan mental dari orang tua muda tersebut.

Dukungan ini dapat berupa sosial emosional atau melalui tindakan positif. Dari dukungan yang diberikan, dapat mengurangi stres pada orang tua, memberikan rasa percaya diri dan motivasi.

Pola Asuh yang Sehat

Pola asuh yang diterapkan sangat berpengaruh kepada kehidupan anak. Orang tua harus bisa memberikan pola asuh yang tepat, dalam hal ini pola asuh otoritatif menjadi pola asuh yang paling ideal karena daya tanggap dan tuntutannya sama-sama tinggi. Pola asuh ini dapat memberikan dampak pada anak yang dapat mengelola emosinya secara efektif.

Tanggung Jawab

Orang tua akan dibingungkan dengan pilihan, mana yang harus diprioritaskan antara diri sendiri dan kebutuhan anak. Saat merawat anak, orang tua sudah harus bisa menjadikan kebutuhan anak sebagai prioritas utama  sudah tidak mementingkan diri sendiri dan harus bisa menyeimbangkan antara tanggung jawab dan kebutuhan pribadi.

Self-care Juga Penting

Walaupun anak menjadi prioritas utama, memperhatikan diri sendiri sebagai orang tua juga perlu karena ini menjadi salah satu bagian penting untuk kesehatan mental dan ini bukan menjadi sebuah keegoisan diri. Orang tua muda boleh melakukan kegiatan yang disukai seperti me time, melakukan apa yang menjadi hobinya, berolahraga, dan istirahat yang cukup.

Jadilah Orang Tua yang Bertumbuh

Pikiran-pikiran yang berlebihan akan secara otomatis menuntut diri sendiri dan mempengaruhi kesehatan mental orang tua, banyak orang tua yang merasa harus menjadi sempurna padahal ia baru saja memulai menjadi orang tua.

Orang tua harus bertumbuh, karena tidak ada orang tua yang sempurna. Maka orang tua harus mau belajar dari kesalahan, tidak terlalu keras pada diri sendiri, dan mau menerima perubahan. Orang tua juga bisa melakukan kesalahan, namun kesalah itu bukanlah sebuah kegagalan melainkan proses menjadi orang tua muda yang lebih nyaman, lebih baik dalam berpikir, lebih ringan, bersikap dewasa dan realistis.

Menjadi orang tua muda merupakan tantangan dan pembelajaran, dalam proses ini orang tua bukan hanya membentuk dan membesarkan anak. Namun orang tua juga bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik seiring berjalannya waktu.

Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, melainkan orang tua yang membersamai mereka dengan ketulusan dan mau belajar bersama mereka.

Sumber ::

Oleh :

Miss Astri Amd. Kep (Kepala cabang Alifa MBDC Kaliurang 2)

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment


slot gacor