Jl. Kenari No. 77, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta

Jam Operasional

Senin - Jumat: 06.45 AM - 18.00 PM Sabtu: 07.00 AM - 16.00

Anak Sering Cerita tentang Temannya? Tanda Sosialisasinya Berkembang

Tanda Sosialisasi Anak Berkembang

Kalau anak pulang sekolah atau pulang daycare terus cerita 

“Bu, tadi teman Ali punya roti enak” 

“Ali tidak mau sekolah, karena temannya suka cubit” 

“Ali suka main sama Tito karena Tito punya mainan mobil” 

Mungkin ada beberapa orang tua yang ketika mendengarkan anaknya bercerita itu menganggap hanya hal sepele, padahal itu tanda kalau sosialisasinya sedang berkembang dengan baik. 

Pada usia dini (toddler), anak tidak langsung mampu untuk bersosialisasi. Namun penyesuaian terhadap lingkungan, orang di sekitar dan suasana tertentu bisa dimulai dari interaksi sehari-hari. Anak bisa merasakan saat bergembira bersama teman dengan sharing makanan atau mainan yang dimiliki, atau bahkan rasa sedih dan marah ketika teman lain tidak mau untuk diajak bermain itu berati ada proses perkembangan sosialisasi yang sedang terjadi. 

Mengapa Sosialisasi Penting di Usia Dini ? 

Sosialisasi adalah kemampuan untuk berkomunikasi, berinteraksi dan membangun hubungan dengan orang lain. Hal ini menjadi sangat penting untuk kehidupan anak di masa depan baik dilingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah. 

Tujuan Sosialisasi adalah : 

  1. Anak dapat mengenal konsep berbagi dan mengantri 
  2. Anak dapat memahami emosi diri sendiri dan orang lain 
  3. Anak menjadi percaya diri 
  4. Anak dapat belajar tentang rasa peduli dan empati 
  5. Anak dapat belajar menggunakan komunikasi secara verbal dan non verbal 

Jika anak mulai sering menceritakan tentang temannya, ada beberapa  kemampuan penting yang sedang berkembang : 

  1. Anak mulai mengetahui dunia sosialnya 
  2. Anak mulai mengenal emosi 
  3. Anak mampu untuk mengingat dan mengolah pengalaman 
  4. Anak merasa aman untuk berbagi cerita 

Apa saja yang harus dilakukan orang tua saat anak sedang bercerita ? 

Orang tua juga harus tahu, kalau respon yang diberikan orang tua sangat berpengaruh pada perkembangan sosialisasi anak.

Berikut hal-hal yang perlu dilakukan oleh orang tua : 

  1. Dengarkan cerita anak dengan penuh perhatian
    Saat mendengarkan cerita anak, orang tua diharapkan tidak sedang mengerjakan aktivitas. Coba tatap mata anak dan dengarkan ceritanya, dengan begitu anak akan merasa dihargai.
  2. Tidak menghakimi
    Jika anak menceritakan tentang konflik yang terjadi, orang tua diharapkan membantu memahami situasinya dengan tenang. 
  3. Bantu anak menamai perasaannya
    “kalau kamu tersenyum/tertawa seperti itu, berarti kamu senang ya”
    “Tidak papa kok, kamu boleh menangis kalau sedih”
    Dengan menyebut nama perasaan dengan kalimat maka anak akan lebih mudah memahami.
  4. Beri apresiasi
    Orang tua bisa menyampaikan ucapan terima kasih kepada anak karena anak sudah mau bercerita. Jika apresiasi seperti ini diberikan, rasa percaya diri dan keterbukaan anak akan bertambah. 

Orang tua perlu waspada ! 

Anak berkembang dalam kecepatan yang berbeda, orang tua perlu tahu hal apa yang menjadi perhatian lebih jika muncul hal sebagai berikut : 

  1. Anak sudah menarik diri dari lingkungan sekitar, tidak mau berinteraksi dan lebih senang jika sendiri 
  2. Anak meluapkan emosi dengan berlebihan, tanpa mengekspresikannya dengan tepat 
  3. Anak tidak pernah bercerita tentang temannya, atau orang lain 

Jika hal ini sering atau konsisten terjadi maka orang tua bisa berdiskusi dengan guru atau pendamping di sekolah dan juga psikolog jika diperlukan. 

Setiap anak mempunyai waktu dan perkembangan yang berbeda, kemampuan sosialisasi anak berkembang bertahap. Orang tua cukup mendukung, sabar dan menciptakan lingkungan yang positif tanpa membandingkan anak dengan orang lain. 

Perlu diketahui, bahwa anak memiliki karakter yang berbeda. Ada anak yang senang bercerita karena ia ekspresif, namun ada juga yang terlihat pendiam tetapi kemampuan bersosialisasinya sangat baik. 

Kesimpulannya apa ? 

Jika anak sering bercerita tentang temannya, bukan berati anak tersebut cerewet namun disitulah tahap perkembangan bersosialisasinya sedang terbentuk.  Sebagai orang tua, harus mendukung dan memberikan apresiasi terhadap anak walaupun hanya sebatas bercerita dan mendengar cerita. Dengan begitu, anak akan menjadi percaya diri dan merasa dihargai. 

 

 Sumber :
https://www.akudankau.co.id/artikel/1-3-tahun/kemampuan-sosialisasi-anak
https://www.sekolahmuridmerdeka.id/blog/manfaat-mengajarkan-anak-cara-bersosialisasi-sejak-dini
https://www.fimela.com/parenting/read/5317265/5-dampak-buruk-anak-kurang-bersosialisasi-dengan-sekitar

Oleh : Bunda Kurnia Dewi Astriani, Amd.Kep (Kepala Cabang Alifa MBDC Jakal 2)

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment


slot gacor