Jl. Kenari No. 77, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta

Jam Operasional

Senin - Jumat: 06.45 AM - 18.00 PM Sabtu: 07.00 AM - 16.00

Semangat Kartini dalam Conscious Parenting: Mengasuh Tanpa Luka, Membesarkan dengan Cinta

Kartini dan Makna Kebebasan yang Sesungguhnya

Raden Ajeng Kartini merupakan nama yang lekat dengan perjuangan seorang perempuan di Indonesia. Beliau merupakan pelopor emansipasi wanita dimana beliau memperjuangkan hak-hak perempuan untuk mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara. Pada zamannya, Kartini hidup dalam keterbatasan budaya dan norma. Namun dalam keterbatasannya, Kartini meluapkan isi pikirannya agar tetap menjadi perempuan yang merdeka melalui tulisan-tulisan yang berisi tentang kegelisahan, harapan dan keyakinan bahwa perempuan berhak menentukan pilihannya sendiri.

Disinilah titik kebebasan dari seorang emansipasi wanita, bukan mengenai bebas secara fisik saja, namun juga bebas cara berpikir, bebas dari tekanan dan rasa belenggu.

Jika kita sadari, beberapa pola pengasuhan saat ini masih memberikan belenggu kepada anak-anak, bukan tentang tradisi dan norma seperti Kartini, melainkan berupa ekspektasi, tuntutan dan pola asuh yang sering menerapkan aturan-aturan kepada anak. Padahal, setiap anak merupakan individu yang unik dengan potensi yang berbeda-beda.

Relevansi kemerdekaan dan semangat kartini mengingatkan kita bahwa tugas kita sebagai orang tua bukan membentuk anak sesuai keinginan orang tua, melainkan memberi ruang agar anak bisa mengenal jati dirinya, berpikir secara bebas dan tumbuh menjadi versi terbaik menurut anak-anak.

Apa itu Conscious Parenting

Conscious parenting lebih dari sekedar menerapkan strategi-strategi yang cerdas. Pola pengasuhan ini merupakan filosofi hidup yang melibatkan sebuah proses yang memiliki kekuatan untuk mentransformasikan orang tua dan anak pada tingkat mendasar. Conscious parenting dipelajari melalui pengalaman aktual ketika berhubungan dengan anak, bukan melalui membaca buku yang menawarkan perbaikan cepat atau mengikuti kursus yang berspesialisasi dalam teknik-teknik pengasuhan.

Conscious parenting adalah pola asuh yang menekankan kesadaran penuh orang tua dalam setiap interaksi dengan anak, bukan hanya sekedar bereaksi otomatis, tetapi benar-benar hadir, memahami dan memilih respon dengan bijak dalam pengasuhan. Dalam parenting ini, anak tidak dipandang sebagai “milik” orangtua atau objek yang harus dibentuk sesuai keinginan, tetapi perlu diingat bahwa anak adalah individu utuh yang hadir dengan keunikan, emosi dan jalannya sendiri.

Mengasuh Tanpa Luka: Memutus Pola Lama

Setiap orang tua pasti meninggalkan pola pengasuhan masing-masing dan menjadi salah satu cerita di masa lalu. Cara bagaimana kita diasuh, dididik dan dimarahi, semuanya terekam dan tanpa disadari bisa terbawa dalam pengasuhan kita terhadap anak-anak kita. Inilah yang disebut sebagai pola lama. Pola pengasuhan yang terus berulang dari satu generasi ke generasi lain.

Makna mengasuh tanpa luka bukan hanya sekedar menjadi sempurna menjadi orang tua melainkan tentang memiliki untuk melupakan pola pengasuhan pada dirinya yang dulu, tidak melukai saat sedang marah dan tidak mewariskan luka yang sama.

Ketika orang tua begitu terbungkus dalam rasa sakit mereka sendiri sehingga tidak mampu merespon kebutuhan anak dengan cara yang layak, anak akan merasa hampa dan kurang perhatian.

Tantangan Nyata dalam Menerapkan Conscious Parenting

Menerapkan conscious parenting dalam kehidupan sehari-hari bukan perihal mudah. Walaupun orangtua sudah memahami tentang conscious parenting, namun dalam prakteknya tidak jarang orang tua menemukan kesulitan. Berikut contoh tantangan yang dihadapi ketika menerapkan conscious parenting: Emosi orang tua yang tidak stabil,  terbiasa dengan pola asuh lama, tekanan dari lingkungan sekitar, ekspektasi ingin jadi orang tua sempurna, waktu dan energi yang terbatas, belum terbiasa mengenali diri sendiri, conscious parenting adalah mengenali emosi dan luka dalam diri sendiri, namun tidak semua orang dapat melakukannya.

Menjadi Kartini bagi Anak Kita

Menjadi kartini bagi anak kita bukan hanya sekedar menjadi sempurna, tetapi menjadi orang tua yang mau belajar, mau berubah dan mau hadir sepenuh hati. Karena setiap pelukan, setia usaha untuk memahami dan setiap kesadaran yang kita bangun adalah bentuk nyata dari perjuangan dari pengasuhan orang tua.

 

Sumber 

Shefali Tsabary. (2014). The Conscious Parent: Transforming Ourselves, Empowering Our Children. Boulder: Namaste Publishing.
Raden Ajeng Kartini. (2005). Habis Gelap Terbitlah Terang. Jakarta: Balai Pustaka.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (n.d.). Profil R.A. Kartini dan Nilai Perjuangannya.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. (n.d.). Pentingnya Pola Asuh Positif bagi Tumbuh Kembang Anak.

Oleh :
Miss Noor Fitriana Martanti, M.Pd
Kepala Cabang Alifa MBDC Kenari

 

 

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment


slot gacor