Jl. Kenari No. 77, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta

Jam Operasional

Senin - Jumat: 06.45 AM - 18.00 PM Sabtu: 07.00 AM - 16.00

Pentingnya Protein Hewani untuk Masa Pertumbuhan Anak

Masa pertumbuhan anak merupakan fase penting yang menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan di masa depan. Pada periode ini, anak mengalami pertumbuhan fisik yang pesat serta perkembangan otak yang sangat signifikan. Untuk mendukung proses tersebut, anak membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang dan berkualitas. Salah satu nutrisi penting yang sering dibahas adalah protein hewani, yang sering disingkat sebagai prohe.

Protein hewani memiliki peran besar dalam mendukung pertumbuhan anak, karena mengandung asam amino esensial yang lengkap serta lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan protein nabati. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan prohe sejak dini menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.

Protein hewani adalah protein yang berasal dari sumber hewan, seperti daging, ikan, telur, susu, dan produk olahannya. Protein ini mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan.

Berbeda dengan protein nabati, protein hewani memiliki nilai biologis yang lebih tinggi, artinya lebih efisien digunakan oleh tubuh. Hal ini menjadikan prohe sangat penting dalam mendukung pertumbuhan anak, terutama pada masa bayi dan balita.

Kandungan Nutrisi Dalam Protein Hewani

Selain protein, sumber prohe juga mengandung berbagai nutrisi penting lainnya, seperti:

Zat besi (Fe): penting untuk mencegah anemia
Zinc (seng): mendukung sistem imun dan pertumbuhan
Vitamin B12: berperan dalam pembentukan sel darah merah dan fungsi saraf
Omega-3 (terutama pada ikan): penting untuk perkembangan otak
Kalsium (pada susu dan produk olahan): mendukung pertumbuhan tulang dan gigi

Kombinasi nutrisi ini menjadikan prohe sebagai komponen penting dalam pola makan anak.

Manfaat Prohe untuk Pertumbuhan Anak
1. Mendukung Pertumbuhan Fisik

Protein hewani berperan dalam pembentukan jaringan tubuh, termasuk otot, kulit, dan organ. Asupan prohe yang cukup membantu anak tumbuh dengan tinggi dan berat badan yang ideal sesuai usianya.

2. Meningkatkan Perkembangan Otak

Kandungan asam amino dan omega-3 dalam protein hewani sangat penting untuk perkembangan otak. Nutrisi ini membantu meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan belajar anak.

3. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Zinc dan protein dalam prohe membantu memperkuat sistem imun anak, sehingga lebih tahan terhadap infeksi dan penyakit.

4. Mencegah Stunting

Kekurangan protein hewani dapat menjadi salah satu faktor penyebab stunting (gagal tumbuh). Dengan mencukupi kebutuhan prohe, risiko stunting dapat ditekan secara signifikan.

5. Mendukung Produksi Energi

Protein juga berperan sebagai sumber energi tambahan bagi anak yang aktif. Hal ini penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari dan proses belajar.

Sumber Prohe yang Baik untuk Anak

Berikut beberapa sumber protein hewani yang direkomendasikan:

Telur: mudah didapat, kaya protein dan nutrisi
Ikan: seperti ikan lele, salmon, dan tuna yang tinggi omega-3
Daging ayam dan sapi: sumber protein dan zat besi
Susu dan produk olahan (keju, yogurt): kaya protein dan kalsium
Hati ayam/sapi: tinggi zat besi dan vitamin

Orang tua dapat mengombinasikan berbagai sumber ini agar anak tidak bosan dan mendapatkan nutrisi yang beragam.

Kebutuhan Protein Hewani pada Anak

Kebutuhan protein anak berbeda-beda tergantung usia, berat badan, dan aktivitas. Secara umum:

Usia 1–3 tahun: sekitar 13 gram protein per hari
Usia 4–6 tahun: sekitar 19 gram per hari
Usia 7–9 tahun: sekitar 34 gram per hari

Penting untuk memastikan bahwa sebagian dari kebutuhan protein tersebut berasal dari protein hewani agar kualitas nutrisinya optimal.

Cara Memberikan Prohe pada Anak

1. Variasikan Menu

Agar anak tidak bosan, sajikan berbagai jenis makanan berbasis prohe dengan cara pengolahan yang berbeda.

2. Sesuaikan dengan Usia

Untuk bayi, prohe dapat diberikan dalam bentuk MPASI seperti puree atau makanan lembut. Untuk anak yang lebih besar, bisa diberikan dalam bentuk potongan kecil atau makanan keluarga.

3. Perhatikan Cara Memasak

Hindari memasak dengan cara digoreng berlebihan. Lebih baik dikukus, direbus, atau dipanggang agar nutrisi tetap terjaga.

4. Berikan Secara Bertahap

Jika anak belum terbiasa, kenalkan prohe secara perlahan untuk menghindari penolakan.

Protein hewani (prohe) merupakan nutrisi penting yang berperan besar dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan kandungan asam amino lengkap serta berbagai vitamin dan mineral, prohe membantu meningkatkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta daya tahan tubuh anak.

Pemenuhan kebutuhan prohe sejak dini dapat mencegah berbagai masalah gizi seperti stunting dan keterlambatan perkembangan. Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan perhatian khusus terhadap asupan protein hewani dalam menu harian anak.

Dengan pola makan yang seimbang dan pemberian prohe yang cukup, anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Sumber :

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Gizi Seimbang.
World Health Organization (WHO). (2021). Child Growth and Nutrition Guidelines.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (2018). Rekomendasi Nutrisi pada Anak.
FAO (Food and Agriculture Organization). (2013). Dietary Protein Quality Evaluation.
Almatsier, S. (2010). Prinsip Dasar Ilmu Gizi.

Oleh :
Miss Okta Fajar Salsabila
Kepala Cabang Alifa MBDC Palagan

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment


slot gacor