Jl. Kenari No. 77, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta

Jam Operasional

Senin - Jumat: 06.45 AM - 18.00 PM Sabtu: 07.00 AM - 16.00

Ayah yang Terlihat Diam Saat Mengantar Anak ke Daycare, tapi Tidak dengan Pikirannya.

Setiap pagi ketika anak diantar ke daycare, biasanya terlihat kalau Ibu yang merasa tidak tega. Tidak tega karena meninggalkan anaknya saat bekerja, khawatir apakah anaknya akan aman dan baik-baik saja selama tidak bersama Ibu.

Lalu, bagaimana dengan Ayah ?

Tidak semua ayah menunjukkan kekhawatirannya dengan cara yang sama. Ada Ayah yang banyak bertanya kepada pendamping tentang kegiatan anak. Ada yang terlihat santai saat mengantar. Ada pula yang hanya berkata, “Sudah, nggak apa-apa. Nanti juga terbiasa.”

Terlihat kalau Ayah baik-baik saja. Padahal banyak sekali yang ia pikirkan.

Ketika Ayah Harus Mempercayakan Anaknya kepada Orang Lain

Saat mengambil keputusan untuk memasukkan anak di daycare, percayalah banyak hal yang perlu dipertimbangkan dengan baik. Keputusan ini tidaklah mudah bagi keluarga. Karena memastikan keamanan, kenyamanan, cara mengasuh dan mendampingi anak hingga terbentuk rasa percaya pada sebuah daycare itu menjadi hal yang harus dipastikan dan tidak boleh terlewat.

Dari keputusan yang diambil, seorang Ayah juga pasti punya banyak pertanyaan sendiri.

Apakah anak saya aman dan nyaman ? Apakah ada yang memperhatikan anak saya ? Kalau anak saya menangis gimana ?

Semua pertanyaan yang muncul, menunjukkan juga kalau Ayah sangat peduli. Hanya saja kepedulian dari Ayah terlihat dengan cara yang berbeda. Ada Ayah yang lebih banyak diam, namun sangat memperhatikan perkembangan anak dengan sering bertanya bagaimana kegiatan anak selama di daycare, ada juga yang hanya memperhatikan perubahan-perubahan kecil dari anaknya sepulang dari daycare. Ayah terlihat diam bukan berarti tidak peduli, ia hanya mau terlihat tenang di depan keluarganya.

1. Daycare Bukan Pengganti Peran Orang Tua

Beberapa orang tua pasti khawatir jika keberadaan daycare menjadi pengganti peran orang tua. Waktu anak yang lebih lama dihabiskan di daycare dengan pendamping akan membuat orang tua merasa jika anak lebih dekat dengan pendamping dari pada orang tuanya. Kekhawatiran ini sangatlah wajar. Namun, kehadiran daycare tidak bisa menggantikan peran orang tua.

Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa pengasuhan anak merupakan bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang, dan pengasuhan positif dapat dilakukan oleh ayah maupun ibu. Interaksi, komunikasi, stimulasi, dan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan anak.

Itu berarti, perkembangan dan pertumbuhan anak akan berjalan dengan baik jika ada kolaborasi antara pendamping di daycare dan orang tua.

Daycare hanya membantu mendampingi anak selama orang tua bekerja dan beraktivitas dan orang tua tetap menjadi tempat utama bagi anak merasa disayangi sepenuhnya, dilindungi, diperhatikan dan didukung.

2. Peran Ayah Tidak Berhenti Saat Anak Berada di Daycare

Banyak yang mengira, jika anak sudah masuk di daycare tanggung jawab sementara akan diserahkan pada pendamping atau Ibunya. Padahal, Ayah juga harus terlibat. Ayah bisa mulai dengan hal-hal kecil dan sederhana seperti mengantar dan menjemput anak, bertanya pada anak “ main apa hari ini ?” , “tadi tidur siang tidak ?, “happy tidak hari ini ?”

Pertanyaan sederhana tersebut mungkin terlihat sepele bagi orang dewasa. Namun bagi anak, perhatian seperti itu menunjukkan bahwa Ayah tertarik dengan apa yang ia alami. Ayah juga bisa meluangkan waktu untuk bermain bersama anak setelah pulang, membaca buku sebelum tidur, menemani makan, atau sekadar mendengarkan cerita anak.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, interaksi dan komunikasi orang tua merupakan salah satu bagian penting dalam pola pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Ini bukan tentang waktu yang lama bersama anak, namun kehadiran Ayah saat bersama anak menjadi momen penting yang membentuk kedekatan antara anak dan Ayah.

3. Anak Tetap Membutuhkan Ayah

Walaupun anak berada di daycare, mereka tetap membutuhkan seorang ayah dalam kehidupannya. Anak membutuhkan Ayah untuk bermain bersama, memeluknya, duduk bercerita bersama dan melakukan aktivitas dengan waktu yang berkualitas.

Anak tidak membutuhkan Ayah yang selalu punya banyak waktu. Anak membutuhkan Ayah yang tetap berusaha hadir di tengah kesibukannya. Karena bagi anak usia dini, hubungan dibangun dari pengalaman-pengalaman sederhana yang dilakukan berulang kali

Hal-hal kecil tersebut menjadi bagian dari pengalaman anak tentang rasa aman dan kasih sayang.

4. Ketika Ayah Mulai Percaya kepada Daycare

Kepercayaan dari sebuah daycare sangatlah penting bagi orang tua yang menitipkan anaknya. Ayah mungkin perlu waktu untuk mengenal pendamping, melihat bagaimana anak diperlakukan, memahami kegiatan yang dilakukan, dan mengetahui bagaimana daycare berkomunikasi dengan orang tua. Karena itu, komunikasi antara daycare dan keluarga menjadi sangat penting. Orang tua perlu mendapatkan informasi mengenai aktivitas anak, kebiasaan makan dan tidur, perkembangan anak, maupun hal-hal yang perlu diperhatikan.

Sebaliknya, daycare juga membutuhkan informasi dari orang tua mengenai kebiasaan, kebutuhan, dan karakter anak di rumah.

Dengan komunikasi yang baik, orang tua dan daycare dapat menjadi dua pihak yang saling mendukung.

Dengan demikian, mempercayakan anak kepada daycare bukan berarti orang tua melepaskan tanggung jawab. Justru, orang tua sedang membangun kerja sama dengan pihak lain untuk mendukung tumbuh kembang anak.

5. Mungkin Ayah Tidak Banyak Bertanya, Tetapi Memperhatikan

Ayah terlihat cuek, tanpa banyak bicara saat mengantar anak ke daycare, Ayah juga terlihat tenang ketika anak menangis saat ditinggal. Namun, bukan berarti ia tidak memikirkan anaknya. Bisa jadi, setelah mengantar anak di daycare Ayah menanyakan kabar anaknya, mencari tahu apakah anaknya masih menangis atau tidak, bahkan melihat foto anak saat sedang bekerja. Ketika Ayah menjemput anaknya di daycare, Ayah menanyakan perasaan anak, Menanyakan keseharian selama di daycare. Walaupun pertanyaan sederhana, namun anak merasa sangat diperhatikan. Tidak semua kasih sayang harus disampaikan dengan kata-kata yang panjang.

6. Untuk Ayah yang Sedang Belajar Percaya

Jika saat ini Ayah sedang berada dalam fase ketika anak mulai masuk daycare, mungkin ada banyak perasaan yang bercampur. Rasa khawatir dan rasa bersalah juga pasti timbul, namun  itu wajar. Menitipkan anak kepada daycare bukan berarti Ayah tidak mampu merawat anak sendiri. Dalam banyak keluarga, daycare menjadi bagian dari pilihan untuk membantu orang tua menjalankan tanggung jawab pekerjaan sekaligus memastikan anak tetap mendapatkan lingkungan yang aman, terarah, dan penuh stimulasi.

Peran Ayah juga sangat penting walaupun anak sudah berada di daycare.

Kehadiran Ayah dengan waktu yang berkualitas menjadi momen untuk membentuk kedekatan antara Ayah dan anak.

Jadilah ayah yang menyenangkan, selalu perhatian dan penuh kasih sayang meski terlihat diam. Anak mungkin tidak menghitung berapa banyak waktu yang Ayah habiskan untuk bekerja, tetapi ia akan mengingat bagaimana Ayah hadir bersamanya.

Oleh ::
Miss Astri Amd.Kep
Kepala cabang Alifa MBDC Jakal 2

Referensi
https://ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/view/2841?utm_source=chatgpt.com
https://jurnal.fkmumi.ac.id/index.php/woh/article/view/131?utm_source=chatgpt.com
https://kampungkb.kemendukbangga.go.id/kampung/51384/intervensi/2540950/pendampingan-ayah-dan-anak
https://s3paud.fip.unesa.ac.id/post/peran-ayah-dalam-pengasuhan-anak-usia-dini-lebih-dari-sekadar-pencari-nafkah

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment


slot gacor