Jl. Kenari No. 77, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta

Jam Operasional

Senin - Jumat: 06.45 AM - 18.00 PM Sabtu: 07.00 AM - 16.00

Bukan Tentang Menjadi Orang Tua yang Sempurna

Menjadi orang tua adalah perjalanan panjang yang penuh dengan tantangan. Tidak ada orang tua yang selalu benar dan tidak pernah melakukan kesalahan. Anak pun tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Anak membutuhkan orang tua yang hadir, mau belajar, mau mendengarkan, dan mampu memberikan rasa aman serta kasih sayang.

Pengasuhan anak bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan makan, pakaian, pendidikan, dan kesehatan. Lebih dari itu, pengasuhan adalah bagaimana orang tua membangun hubungan dengan anak melalui perhatian, komunikasi, batasan yang sehat, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa anak membutuhkan nurturing care, yaitu pengasuhan yang mendukung kesehatan, nutrisi, keamanan, kesempatan belajar, serta hubungan yang responsif antara anak dan pengasuh. Interaksi yang hangat dan responsif membantu anak tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dengarkan Anak, Bukan Hanya Mendengarkan Kata-katanya

Terkadang anak menangis, marah, berteriak, atau menolak sesuatu. Respons pertama orang dewasa sering kali adalah meminta anak diam atau berhenti menangis. Padahal, perilaku tersebut bisa menjadi cara anak menyampaikan perasaan atau kebutuhannya.

Orang tua dapat mencoba mengatakan, “Kamu sedang marah, ya? Bunda di sini. Yuk, kita tenangkan dulu.” Dengan demikian, anak belajar bahwa emosinya boleh dirasakan, tetapi tetap perlu diarahkan dengan cara yang tepat.

Pengasuhan responsif berarti orang dewasa berusaha mengenali, memahami, kemudian merespons sinyal anak secara tepat dan sesuai kebutuhannya.

Berikan Batasan dengan Kasih Sayang

Pengasuhan positif bukan berarti membebaskan anak melakukan apa saja. Anak tetap membutuhkan aturan dan batasan agar memahami mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Namun, aturan tidak harus disampaikan dengan bentakan atau ancaman. Orang tua dapat memberikan penjelasan sederhana dan konsisten. Misalnya, daripada berkata, “Jangan berantakan!”, orang tua dapat mengatakan, “Setelah bermain, mainannya kita rapikan bersama, ya.”

Anak belajar lebih baik ketika mereka merasa aman, dipahami, dan mendapatkan arahan, bukan ketika mereka merasa takut. UNICEF juga menekankan bahwa positive parenting berfokus pada membimbing anak, bukan sekadar mengontrol mereka.

Luangkan Waktu untuk Bermain dan Berbicara

Bermain bersama anak tidak harus menggunakan mainan mahal. Membaca buku cerita, bernyanyi, menggambar, bermain peran, memasak sederhana, atau sekadar berbicara sebelum tidur dapat menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan.

UNICEF menjelaskan bahwa bermain dan komunikasi bersama orang tua dapat mendukung perkembangan motorik, bahasa-kognitif, serta sosial-emosional anak.

Jadilah Contoh, Bukan Hanya Pemberi Nasihat

Anak belajar banyak melalui apa yang mereka lihat. Ketika orang tua ingin anak berbicara dengan sopan, orang tua juga perlu menunjukkan komunikasi yang baik. Ketika ingin anak belajar meminta maaf, orang tua pun tidak perlu malu untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

Pada akhirnya, pengasuhan bukan tentang membuat anak selalu menurut. Pengasuhan adalah proses membantu anak menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, mampu mengelola emosi, menghargai orang lain, dan memahami bahwa dirinya dicintai.

Karena itu, mari kita tidak hanya bertanya, “Apakah anak saya sudah pintar?” tetapi juga bertanya, “Apakah anak saya merasa aman, didengar, dihargai, dan dicintai?”

Sebab, masa kecil hanya berlangsung sekali. Dan salah satu hadiah terbesar yang dapat diberikan orang tua bukanlah mainan mahal atau fasilitas berlebihan, melainkan kehadiran, perhatian, teladan, dan cinta yang konsisten.

 

Oleh :
Miss Lilis Setiawati Amd.Kep
Kepala Cabang Alifa MBDC Jakal 1

Referensi

  • World Health Organization (WHO), Nurturing Care for Early Childhood Development.
  • World Health Organization (WHO), Improving Early Childhood Development: WHO Guideline.
  • UNICEF Asia Pacific, Positive Parenting vs. Strict Parenting, 2026.

 

 

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment


slot gacor